Tampilkan postingan dengan label Persiapan Keberangkatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiapan Keberangkatan. Tampilkan semua postingan
 Susah Senang Solo Traveling di Maroko

Susah Senang Solo Traveling di Maroko

2/24/2025 Add Comment

â€Å“Gue selalu nggak tahu besoknya mau ke mana,” ucap Wegonauts Indonesia Ali Lim saat mengawali cerita solo trip-nya di Maroko. Tanpa teman jalan, tanpa tour guide, dan tanpa itinerary sama sekali, Ali merasakan salah satu liburan paling berkesan dalam hidupnya. Bertualang jauh di ujung benua Afrika yang tidak berbahasa Inggris, bagaimana pengalaman Ali di sana, ya?

Bersahabat dengan Transportasi Umum Maroko

Jadi seorang pejalan solo atau solo traveller, berarti harus mengurus semuanya sendiri. Tidak ada teman seperjalanan, tidak ada supir atau pemandu tur yang mengarahkan, juga tidak ada kendaraan yang mengantar. Sehingga, selama di Maroko, Ali selalu mengandalkan jasa transportasi umum seperti taksi, bus, dan kereta. Namanya naik transportasi umum, pasti lebih lama dibanding sewa mobil, jadi Ali menghabiskan berjam-jam ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mulai dari Casablanca ke Marrakech yang ditempuh 3 jam naik kereta sebelum esok harinya ikut tur Gurun Sahara, lalu 4 jam naik bus dari Marrakech menuju Agadir tempat Ali ingin melihat laut, kemudian naik taksi selama 45 menit dari Agadir ke Tamraght untuk belajar berselancar, sampai akhirnya kembali naik bus dari Agadir menuju kota terakhir yang ia kunjungi, yaitu Essaouira.

Kereta di Maroko nggak jauh berbeda dari kereta di Indonesia, ya. (Foto: Ali Lim)
Kereta di Maroko nggak jauh berbeda dari kereta di Indonesia, ya. (Foto: Ali Lim)

â€Å“Di Maroko ada dua perusahaan transportasi besar yang beroperasi. Ada Supratour yang punya jasa transportasi bus dan kereta, dan ada CTM yang cuma punya jasa transportasi bus.” jelas Ali. Untuk naik kereta dan bus di Maroko, Ali tinggal mengecek jadwal di situs milik CTM atau Supratour yang tersedia dalam bahasa Inggris. Dan tiketnya bisa langsung dibeli di stasiun atau terminal. Ternyata mudah juga, ya.

Tapi ada juga kejadian tidak menyenangkan saat naik transportasi umum Maroko yang dialami Ali. â€Å“Karena jadwal kereta ke Casablanca ambil yang jam 4 pagi, gue coba tidur di Stasiun Marrakech karena waktu sampai stasiun pun sudah jam 11 malam. Eh, lagi lelap-lelapnya tiba-tiba dibangunin satpam,” cerita Ali. Ternyata, tidak seperti di Indonesia, stasiun antar kota di Maroko tidak beroperasi 24 jam. Jadi harus hati-hati dan perhitungkan waktu juga, ya.

Makan Murah Meriah

Karena tidak membawa uang banyak dan tidak tinggal di penginapan dengan restoran di dalamnya, Ali harus putar otak urusan makan. Untuk itu ia sering bertanya soal tempat makan murah kepada pejalan lain yang ia temui atau pegawai di hostel tempat ia menginap.

Morocco Diner Set di Cafe Rouge. (Foto: Ali Lim)
Morocco Diner Set di Cafe Rouge. (Foto: Ali Lim)

â€Å“Pas di Marrakech gue tanya pemilik hostel soal tempat makan yang murah. Malam itu direkomendasikan ke Cafe Rouge, sebuah restoran lokal yang terkenal di kalangan pejalan dan punya reputasi bagus di TripAdvisor. Gue makan Morocco Diner Set yang harga normalnya 90 Dirham. Tapi karena direkomendasikan oleh hostel, jadi cuma bayar 45 Dirham,” cerita Ali sumringah. Morocco Diner Set yang disantap pun berhasil bikin Ali kenyang karena satu porsi sudah termasuk chicken tagine, roti, dan salad. â€Å“Tapi kalau tanya rekomendasi tempat makan, lebih baik tanya ke sesama pejalan. Soalnya mereka bisa dapat makan seharga 5 Dirham per porsi di tempat masyarakat lokal makan,” saran Ali.

ChickenTangineEssauoria_miwojr
Tagine, makanan sehari-hari di Maroko. (Foto: Ali Lim)

Tagine sendiri merupakan sejenis hot plate yang juga digunakan untuk memasak oleh masyarakat Maroko. Di lidah Indonesia, makanan yang dimasak dengan tagine mungkin akan terasa sedikit hambar. Meski begitu, tagine bisa sukses bikin Ali ketagihan. Ayam atau ikan tagine selalu jadi menu yang ia santap. Meskipun sempat bosan dengan menu tersebut, tetapi kalau di Maroko nggak menyantapnya seharian, ia kangen juga.

Tanya Internet

Internet adalah satu-satunya teman setia Ali selama solo travelling di Maroko. Tidak tahu mau tidur di mana? Tanya internet. Tidak tahu mau jalan ke mana? Cari tahu di internet. Sedang ada promosi apa? Lihat di internet. Ali menceritakan juga kalau sejak mendarat di Casablanca ia sudah mengandalkan internet untuk mencari tempat menginap. â€Å“Jadi waktu pertama kali sampe langsung cari kamar di internet dan dapat di hari itu juga. Bayarnya cuma $10 di rumah pasangan suami istri yang nyewain sofa mereka sebagai tempat tidur,” ungkapnya. Ternyata banyak juga penginapan murah di Maroko, lho.

Hostel tempat Ali menginap di Tamraght. (Foto: Ali Lim)
Hostel tempat Ali menginap di Tamraght. (Foto: Ali Lim)

Karena bebas memilih mau ke mana dan mau tidur di mana, Ali mengaku sering memutuskan tujuan selanjutnya secara mendadak. â€Å“Gue selalu nggak tau besoknya mau ke mana, nggak tau mau tidur di mana. Makanya kalau lagi di kereta atau di bus gue coba searching tempat wisata dan penginapan murah yang langsung gue booking pada saat itu juga.”

Foto: Ali Lim.
Foto: Ali Lim.

Lewat internet juga Ali menemukan promo menarik untuk mengisi liburan serabutannya di Maroko. â€Å“Gue selama di sana enaknya bisa chat dengan pemilik hostel yang mau kita sewa lewat Facebook. Jadi gue chatting dengan pemilik hostel, eh, ternyata di Tamraght (salah satu desa nelayan di Maroko-red) ada promo paket penginapan dan belajar surfing, jadi ambil aja.” cerita Ali sambil tertawa. Ternyata internet memang benar-benar memudahkan semuanya, ya. Walau begitu, hostel di Maroko kadang berbaur dengan rumah penduduk, jadi harus teliti ketika mencari letaknya.

Hostel yang ditinggali kamarnya campur dengan pejalan lain. (Foto: Ali Lim)
Hostel yang ditinggali kamarnya campur dengan pejalan lain. (Foto: Ali Lim)

Punya Kenalan Baru

Meskipun berangkat dari Jakarta seorang diri, Ali tidak merasa kesepian selama di Maroko. Ia juga tidak canggung saat mengunjungi tempat-tempat wisata dan tetap mendapatkan keseruan seperti berlibur dengan teman-teman. Semua berkat para pejalan yang ia temui selama di sana. Salah satu keseruan saat melakukan perjalanan, baik solo maupun grup, adalah bertemu dan berkenalan dengan para pejalan lainnya. Selain menghilangkan penat, jalan-jalan ternyata bisa menambah banyak kenalan.

Salah satu teman baru Ali di Tamraght. (Foto: Ali Lim)
Salah satu teman baru Ali di Tamraght. (Foto: Ali Lim)

â€Å“Gue bareng sama bule-bule pas berenang di Paradise Valley, terus ketika belajar surfing yang susahnya minta ampun, sampai tidur di bawah galaksi Bima Sakti pas di Gurun Sahara,” tutur Ali. Ia mengaku kalau selama liburan ia sudah berteman dengan orang Jerman, Spanyol, Swedia, hingga orang Belanda yang ternyata keturunan Indonesia. â€Å“Tiap malam itu gue makan dengan teman yang berbeda. Kebanyakan kenalan dengan orang Eropa, sih. Karena di Eropa kan lagi musim dingin, jadi mereka kabur ke negara yang lebih anget dan deket kayak Maroko,” tutupnya.

Teman-teman seperjalanan ketika di Sahara. (Foto: Ali Lim)
Teman-teman seperjalanan ketika di Sahara. (Foto: Ali Lim)

Perhatikan Juga Hal-Hal Berikut Ini

Melakukan perjalanan sendirian terkadang agak tricky apalagi jika baru pertama kali. â€Å“Kalau di Maroko itu tiap kali ada yang ngasih bantuan, misalnya, nunjukin jalan atau bantu bawain koper, kalau bisa kita kasih tip,” saran Ali. Biasanya ia memberikan 5 Dirham (sekitar Rp5 ribu) untuk tiap bantuan yang ia peroleh. Umumnya, masyarakat Maroko sangat ramah dengan para pendatang, tapi biasanya mereka tidak suka difoto. Mungkin hanya beberapa yang sering melayani pejalan atau turis saja. Jadi usahakan untuk tidak foto-foto orang lain sembarangan, ya. Plus, jangan menyepelekan teriknya sinar matahari Maroko yang dilihat di foto. Kalau perjalanan ke Maroko dilakukan di akhir tahun, udara di sana bisa membuat kamu menggigil. Jangan lupa bawa sweater atau jaket dan celana panjang kalau berkunjung di bulan-bulan musim dingin. travel.wego.com


Ingn ke Maroko silahkan kontak kami di 

 HP/ Wa : 0821 1685 4358 
IG :@wisatamaroko.tours

Iklim dan Musim di Maroko

Unknown 10/17/2015 Add Comment
Sebelum mulai merencanakan perjalanan wisata anda ke Maroko, sangatlah penting untuk mengetahui perkiraan suhu dan iklim cuaca yang akan terjadi pada waktu anda berkunjung. Namun pada musim apapun anda berkunjung ke Maroko, selalu terdapat beberapa obyek wisata yang bisa anda nikmati!
Sahara Camping [img credit: www.moroccoprivatetravel.com]

Wisata di Musim Semi (Maret - Mei)

Secara umum, Maroko dianugerahi dengan limpahan sinar matahari yang sangat baik dalam sebagian besar waktu dalam setahunnya. Suhu di musim semi sangatlah hangat dan menyenangkan. Sebagai contoh, jika anda mengunjungi kota Agadir dan Marrakech pada musim semi, anda akan mendapatkan kisaran suhu sekitar 23-26° Celcius. Bunga-bunga yang bermekaran sepanjang jalan dan kontras dengan balutan salju di puncak gunung Oukaimeden (Marrakech), menjadi obyek foto tersendiri yang sangat fantastis. Bagi anda yang ingin melakukan perjalanan ekspedisi ke Sahara tanpa merasakan suhu musim panas yang ekstrim, musim semi inilah waktu yang terbaik!
Musim semi di Maroko [img credit: heatherandmohammed.wordpress.com]

Wisata di Musim Panas (Juni - Agustus)

Pada musim panas, suhu di bagian Selatan Maroko khususnya sangat tinggi (kota Marrakech contohnya), dengan kisaran rata-rata 38° C. Suhu paling ekstrim di beberapa kawasan Selatan Maroko bisa mencapai 50° C!

Suhu musim panas cocok untuk kunjungan ke daerah pesisir pantai Maroko - seperti kota Agadir. Jika anda tidak kuat dengan suhu yang tinggi di musim ini, kunjungi kawasan pegunungan yang cenderung lebih sejuk. Sebagai contoh, kunjungi lembah kota Ifrane yang terletak pada ketinggian 1650 meter dan nikmati indahnya padang rumput, hutan dan air terjun di kawasan tersebut.
Suasana pantai Agadir di musim panas [img credit: sites.psu.edu]

Wisata di Musim Dingin (Desember - Februari)

Iklim samudera Atlantik dan laut Mediterania memberikan suhu yang sejuk sepanjang tahun di sekitar pantai. Di dataran tinggi, suhu pada musim ini sangat dingin dan lembab. Itulah alasan terbaik bagi anda untuk menjajal bermain ski di daerah pegunungan Atlas yang tertutup salju seperti kawasan berski di lembah Mechlifen - Ifrane, atau di Oukaimeden ski resort - Marrakech!
Oukaimeden Ski Resort [img credit: bugbog.com]

Wisata di Musim Gugur (September - November)

Ini adalah musim yang cocok untuk beristirahat. Malam-malamnya cenederung lebih panjang dan suhu di kawasan pedalaman cenderung rendah. Hujan musim dingin belum tiba, pertanda bahwa kegiatan anda berenang di kawasan pantai masih akan menyenangkan.

WNI Bebas Visa Ke Maroko.

1/29/2015 Add Comment


Setiap pemegang paspor hijau Indonesia  tidak memerlukan visa (Free Visa) untuk memasuki negara Maroko setidaknya  untuk sampai 3 bulan (sembilan puluh hari). Hal ini terjadi setelah bertahun-tahun hubungan kedua negara yang tetap terjaga dengan apiksejak dari sejarah kedua negara  terjalin.

Namun, pastikan untuk memeriksa validitas paspor dan persyaratan visa sebelum Anda berangkat karena ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Masuk ke Maroko  cukup sederhana: Anda hanya perlu mengisi formulir tentang data pribadi Anda, profesi dan tujuan mengunjungi negara itu.

Jika Anda bepergian dengan anak-anak, pastikan untuk affix foto-foto mereka pada paspor orang tua. Hal ini mungkin terdengar seperti sebuah formalitas sepele, tapi hal ini hanya untuk memberitahukan bahwa  sebuah keluarga ditolak masuk ke Maroko karena gagal mematuhi prosedur sederhana!

3 bulan umur visa untuk tinggal di Maroko, bagaimana saya memperpanjang masa tinggal saya di Maroko?

Jika masa 3 bulan telah habis sejak tanggal masuk ke Maroko dan Anda ingin memperpanjang masa tinggal Anda di Maroko, Anda harus mendaftar resmi ke Biro Urusan Luar Negeri  Kantor Polisi di kota besar terdekat. Proses ini melibatkan: membuka rekening bank di Maroko dan mendapatkan surat keterangan tinggal dari tempat Anda menginap (hotel, sewa apartemen atau rumah). Perhatikan bahwa Anda harus memiliki setidaknya minimal 20.000 Dirham Maroko (sekitar £ 1250) di rekening bank Anda di Maroko sebelum membuat aplikasi.

Untuk WNI yang berstatus sebagai pelajar/mahasiswa anda cuma membutuhkan Surat keterangan terdaftar di kampus (syahadah tasjil), Surat keterangan beasiswa/dikirim dari orang tua, dan surat keterangan tinggal dari tempat Anda tinggal (tempat penginapan  atau sewa rumah).

Anda kemudian menyerahkan ke Kepala Biro Urusan Luar Negeri  Kantor Polisi dengan dokumen-dokumen berikut: paspor, copy paspor depan dan belakang (halaman yang berstempel masuk bandara), 6 foto terbaru, materai senilai 100 dirham, dua salinan dari keterangan terdaftar, tempat tinggal, dan dua salinan pernyataan bank Anda atau keterangan beasiswa/dikirim dari orang tua. Setelah mengisi formulir yang diperlukan, Anda harus menunggu izin tinggal Anda.

Kedengarannya terlalu rumit? Tapi itu lebih baik untuk dapat terus ijin tinggal untuk waktu yang lama. Sebuah cara yang mungkin untuk mendapatkan sekitar birokrasi adalah hanya meninggalkan Maroko selama beberapa hari dan kemudian kembali masuk.

Sumber: wisatamaroko.blogspot.com