Tour Guide Berbahasa Indonesia di Spanyol

11/28/2016 1 Comment
Peserta Tour Maroko Spanyol.

Tour & Guide Maroko, : Seiring berjalannya waktu kini banyak warga Negara Indonesia yang ingin mengjungi Spanyol, di mana di Negara inilah Islam pernah jawa selama 7 Abad atau sekitar 700 tahun.

Jika anda berkunjung ke sana maka akan menemukan puing-puing sejarah sebagai bukti bahwa Islam pernah jaya di sana.

Okey gais....  ini saya tidak ingin membahasa sejarah Islam yang di spanyol secara luas, cuman sedikit mengulas  saja.  Mungkin ada di antara wisatawan yang membutuhkan tour guide berbahasa Indonesia or melanyu di Spanyol, atau butuh hendling tour di Spanyol anda bisa mengontak kami di:

Oukaimeden Bukit Salju di Marrakesh Maroko

11/28/2016 2 Comments
Gunung Salju di Oekeimeden, Marrakech. 


Tour & Guide Maroko. Pegunungan salju merupakan salah satu obyek wisata menarik di Kota Merah ini, lokasinya bernama Oukaimeden. Untuk menuju puncak Oukaimeden, Anda memerlukan waktu 1,5 jam dengan menggunakan mobil dari kota Marrakech. Di sana Anda bisa menyaksikan hamparan salju di lereng gunung dan lokasi sekitarnya.


Dengan membayar 25 Dirham, Anda bisa menaiki kereta gantung. Dari atas kereta Anda bisa melihat hamparan salju yang begitu luas. Anda juga bisa menyaksikan para pemain ski yang melompat dari atas gunung salju. Sekadar info bagi Anda yang ingin berkunjung ke tempat ini alangkah baiknya dilakukan pada bulan Desember atau Januari.



Selama ini Marrakech dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang rendah. Namun demikian Anda harus tetap waspada dan berhati-hati ketika berada di kawasan wisata kota ini. Terutama di pasar malam Djemaa el-Fna. Banyaknya kasus pencurian di tempat ini karena pengunjung yang datang silih berganti.


Note:Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, jamaah Umroh plus Maroko, wisata Maroko, Travelling, atau rombongan dosen yang membutuhkan guide/tour leader berbahasa Indonesia selama di Maroko dan Spanyol, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 

  • Adress: Amrechich C M Nord Blog 70 NR 9 Marrakech, Maroko.
  • Email: sukmahadiadi@yahoo.com
  • Telepon: +212656865703
  • Whatsapp: +212634007045
  • PIN BB: 7F1AF9AF

Sekedar informasi, bahwa warga negara Indonesia mendapatkan free visa selama 3 bulan kunjungan di Maroko.

Tempat Wisata Menarik di Spanyol

11/28/2016 Add Comment
La Chonca Spanyol.


Tour & Guide Maroko. Spanyol, merupakan salah satu negara dengan banyak tempat wisata di Spanyol yang menarik. Spanyol lebih dikenal sebagai "Sun Drenched and Wild Land". Negara ini memiliki tempat-tempat wisata yang menakjubkan dan pertunjukan, "toreros '(Petarung Banteng dan' flamenco bailaors '(penari). Juga tak kalah populer adalah, paella dan 'pitcher Sangria', tempat ini cukup mengagumkan. Negara ini juga dikenal karena keindahan dan kemegahannya. Anda dapat menikmati berbagai atraksi touris terkenal di Spanyol seperti mengunjungi Alhambra di Granada, Melihat arsitektur yang menakjubkan dari Frank Gehry, Ski di Sierra gunung Nevada, melihat pemandangan spektakuler di Ronda, mengunjungi Barcelona, menikmati Seni Spanyol dan banyak lagi.

Berikut Daftar 5 Tempat Wisata di Spanyol Terpopuler :

1. La Concha
La Concha di San Sebastian adalah salah satu pantai terbaik di Eropa, terutama di Spanyol. Di panta ini Anda bisa berselancar, berjalan sepanjang balkon untuk menemukan restoran yang bagus dan menikmati pemandangan yang indah. La Concha dikelilingi oleh tebing curam dan pulau-pulau di sekitarnya. Di sini pengunjung bisa bermain surfing, berjalan-jalan di pantai dan menikmati suasana pepohonan hijau Spanyol yang khas. La Concha adalah salah satu tempat wisata di Spanyol. Jika Anda memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Spanyol tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mampir di La Concha.

Di La Concha Anda bisa melihat beberapa tempat spektakuler yang bisa dilihat di seberang Teluk menuju pulau kecil, diantara pohon berlapis dari Santa Clara. Dengan pasir lembut, pemandangan yang indah dan bersih, serta perairan Atlantik yang terlihat jelas dari pantai. Tapi La Concha cukup panjang dan cukup lebar bagi Anda untuk menemukan tempat yang tenang dandamai, bahkan di puncak musim liburan sekalipun. La Concha akan menjadi Seperti yang Anda harapkan dari sebuah kota pantai, dengan fasilitas yang sangat baik, dengan banyak ruang ganti dan sunbeds. Dengan kombinasi budaya dan keindahan alamnya, La Concha adalah salah satu pantai terbaik yang akan Anda dapatkan di sebuah kota, dan tempat wisata di Spanyol ini merupakan Pantai terpopuler di Eropa.

2. Sagrada Familia
Sagrada Familia adalah sebuah gereja besar Katolik Roma di Barcelona, dan salah satu tempat wisata di Spanyol yang paling banyak dikunjungi di Spanyol.Gereja ini dirancang oleh Antoni Gaudi, arsitek Catalan yang bekerja pada proyek ini selama hampir 40 tahun sampai kematiannya pada tahun 1926. Gereja yang luar biasa ini layak dikunjungi. Anda dapat mengunjungi ruang bawah tanah dimana Antoni Gaudí dimakamkan serta transept di tengah nave yang bagaikan raksasa, seperti pohon pilar dan kubah yang spektakuler. Sebuah museum yang menceritakan sejarah gereja dan menceritakan kisah arsitek terkenal. Anda juga dapat mengunjungi menara, Lift, dan berjalan-jalan akan membawa Anda ke puncak menara di mana Anda bisa mendapatkan pandangan yang indah di atas kota Barcelona.

3. Real Palacio
Real Palacio (Royal Palace) Madrid adalah kediaman resmi raja Spanyol, meskipun hanya digunakan untuk upacara-upacara kenegaraan. Royal Palace dibangun antara tahun 1738-1755 oleh Raja Carlos III, dan ia menetap di istana itu pada 1764. Madrid Royal Palace dianggap salah satu istana terbaik di Eropa.

Real Palacio adalah istana terbesar di Eropa dengan luas lantai Istana yang memiliki luas 135.000 meter persegi (1.450.000 sq ft) dari floorspace dan mempunyai 3418 kamar. Interior istana adalah hal penting untuk kekayaan seni Spanyol, dalam hal penggunaan semua jenis bahan halus dalam konstruksi dan dekorasi kamar dengan karya seni dari segala jenis, seperti lukisan karya seniman seperti Caravaggio, Velázquez dan Francisco de Goya dan lukisan dinding oleh Corrado Giaquinto, Giovanni Battista Tiepolo dan Anton Raphael Mengs. Koleksi lain yang disimpan dalam bangunan adalah Gudang Senjata, Porcelain, Jam, Furniture dan perak. Maka pantas rasanya jika tempat wisata di Spanyol ini di nobatkan sebagai istana terbesar di Eropa.

4. Istana Al Hambra
Istana ini dibangun pada abad ke-14 oleh sultan Banu. Al Hambra adalah kompleks istana, peninggalan kerajaan zaman keemasan Andalusia yang terletak di sebuah bukit di tepi kota provinsi Granada wilayah Andalusia, Spanyol Selatan. Alhambra adalah juga salah satu cuplikan budaya teratas yang pernah dicapai oleh Eropa. Kompleks istana Al Hambra itu berusia sekitar 1300 tahun, dan pernah menjadi pemukiman oleh sebanyak empat puluh ribu orang, lengkap dengan perumahan, sekolah dan taman-taman dan kebun mereka. Istana Al Hambra sekarang telah menjadi salah satu Tempat Wisata di Spanyol dan memiliki banyak pengunjung yang datang ke Granada hanya untuk melihat Isatana Alhambra.

5. Saluran air Segovia
Saluran air kuno ini membawa air sepanjang 16 km (10 mil) dari Sungai Frio ke Segovia dan dibangun dari 24.000 blok granit besar tanpa menggunakan mortar. Saluran air ini dibangun sekitar 50 AD, dan masih menyediakan air untuk kota di abad ke-20. Saluran air Segovia saat ini telah menjadi salah satu tempat wisata di Spanyol yang terkenal.

Saluran air ini terletak di Semenanjung Iberia dan merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Saluran air adalah landmark arsitektur utama di kota ini. Hal ini terus berfungsi sampai sekarang, dalam kondisi baik dan terawat.Sumber:http://t0urdunia.blogspot.com/


Note:Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, jamaah Umroh plus Maroko, wisata Maroko, Travelling, atau rombongan dosen yang membutuhkan guide/tour leader berbahasa Indonesia selama di Maroko dan Spanyol, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 

·         Adress: Amrechich C M Nord Blog 70 NR 9 Marrakech, Maroko.
·         Email: sukmahadiadi@yahoo.com
·         Telepon: +212656865703
·         Whatsapp: +212634007045
·         PIN BB: 7F1AF9AF

Sekedar informasi, bahwa warga negara Indonesia mendapatkan free visa selama 3 bulan kunjungan di Maroko.

Cerita Selama Tour di Maroko

11/28/2016 Add Comment
Mega Putri Caesaria saat tour di Gurun Sahara.

 Tour & Guide Maroko. -Beberapa pejalan pasti punya tempat-tempat khusus yang harus didatangi ketika melakukan perjalanan. Entah itu tempat makan, pusat keramaian, atau museum. Tak terkecuali desainer Wego Indonesia, Mega Putri Caesaria yang juga menggunakan jasa wisatamaroko.com saat travelling di Maroko.
Setelah berlibur di Maroko pada Oktober lalu, Mega punya rekomendasi tempat yang harus didatangi oleh visual artist. Maroko adalah negara yang menyegarkan mata. Keindahan ukiran dan permainan warna serta motif dapat ditemukan di gedung bersejarah, rumah-rumah penduduk, hingga perlengkapan sehari-hari. Tapi, kalau kamu bukan visual artist, kamu tetap bisa menikmati keindahan yang akan memanjakan mata di tempat-tempat berikut ini .

Riad Dar Wildeve

Perjalanan “cuci mata” ini bisa kamu mulai di Marrakech. Salah satu kota paling sibuk di Maroko ini memiliki banyak tempat yang akan disenangi para pencinta desain seperti Mega.
Karena bukan “anak hotel”, Mega memilih bermalam di Riad Dar Wildeve selama di Marrakech. “Dulu itu sebenarnya rumah warga, tapi karena sudah sering dijadikan tempat nginep, akhirnya sekarang disewakan,” jelas Mega. Suasana seperti rumah sendiri akan sangat kental kamu rasakan dengan biaya yang hanya sekitar Rp270 ribu per orang.
Rooftop Riad Dar Wildeve bisa buat lihat sunset atau sunrise (foto: Mega Caesaria).
Rooftop Riad Dar Wildeve bisa buat lihat sunset atau sunrise (foto: Mega Caesaria).
Bangunan asli khas rumah penduduk Maroko ini dilengkapi dengan ornamen motif Maroko pada jendela dan perabotan di dalam rumah. Kesan modern yang dipadu dengan sentuhan tradisional Maroko akan bikin kamu betah berlama-lama di dalamnya. Selain itu, penginapan ini punya atap yang keren banget dengan pemandangan langsung ke rumah-rumah penduduk. Serasa jadi warga Marrakech kalau menginap di sini.
Salah satu sudut di dalam penginapan Riad Dar Wildeve (foto: Mega Caesaria).
Salah satu sudut di dalam penginapan Riad Dar Wildeve (foto: Mega Caesaria).

Ben Youssef Madrassa

Siapa sangka bangunan yang cantik dan besar ini dulunya adalah sekolah? Yap, Ben Youssef dulunya adalah sekolah (madrasah) yang kini telah dijadikan salah satu situs wisata di Marrakech. Perpaduan antara warna-warna alam seperti biru, hijau, dan cokelat menghiasi seluruh bangunan madrasah ini.
Eksterior bangunannya masih bagus sekali (foto: Mega Caesaria).
Eksterior bangunannya masih bagus sekali (foto: Mega Caesaria).
Rombongan Maroko di Ben Youssef (foto: Mega Caesaria).
Rombongan Maroko di Ben Youssef (foto: Mega Caesaria).








Begitu sampai sana kamu bakal disuguhi semua yang serba detail. “Kebayang nggak, sih, ini dibikin tahun berapa dan masih pakai tangan?” cerita Mega dengan kagum. Di seluruh bangunan madrasah juga diukir ayat-ayat Al-Qur’an yang menambah rasa takjub Mega terhadap bangunan bersejarah ini.
Lorong yang dihiasi penggalan ayat suci Al-Qur'an (foto: Mega Caesaria).
Lorong yang dihiasi penggalan ayat suci Al-Qur’an (foto: Mega Caesaria).

Maison de la Photographie de Marrakech

Nggak seperti museum, kan? (Foto: Mega Caesaria).
Nggak seperti museum, kan? (Foto: Mega Caesaria).
Tidak jauh dari Ben Youssef, ada sebuah museum fotografi bernama Maison de la Photographie de Marrakech. Jangan heran kalau nama museum ini pakai bahasa Prancis. Selain bahasa Berber, dan Arab, sehari-harinya penduduk Maroko juga bicara bahasa Prancis.
Foto: Mega Caesaria.
Foto: Mega Caesaria.
Lorong (foto: Mega Caesaria).
Sudut pameran (foto: Mega Caesaria).








“Di sini tuh isinya foto tokoh-tokoh sejarah Maroko dan fotonya bagus-bagus banget! Museumnya dikemas dengan modern dan genic dengan ‘hawa’ hijau dan berasa seperti di rumah,” tutur Mega. Agar bisa puas berkeliling, datanglah ketika kamu punya waktu luang yang panjang. Tenang saja, museum ini cenderung sepi jadi kamu bisa berkunjung kapan saja mulai pukul 9.30 – 19.00 waktu Maroko. “Nggak semua orang tertarik ke sini, tapi kalau emang suka museum dan fotografi, wajib ke sini.” tutup Mega.
Salah satu sudut museum (foto: Mega Caesaria).
Salah satu sudut museum (foto: Mega Caesaria).

Cafe Clock

Bisa naik dan berfoto di atapnya (foto: Mega Caesaria).
Bisa naik dan berfoto di atap Cafe Clock (foto: Mega Caesaria).
Menurut Mega, variasi makanan tradisional Maroko tidak banyak, hanya seputar couscoustagine, dan brochette. Saat sudah bosan dengan makanan tradisional Maroko, maka ia mulai mencari kafe yang menyajikan menu western dan ketemu si Cafe Clock ini. Sebagai pencinta kafe, Mega mengaku langsung suka dengan kafe ini.
Burger daging unta, harus coba! (Foto: Mega Caesaria).
Burger daging unta, harus coba! (Foto: Mega Caesaria).
Makannya di sini (foto: Mega Caesaria).
Makannya di sini (foto: Mega Caesaria).
Interiornya bernuansa pop-art berpadu dengan budaya Maroko yang ditunjukkan dengan mural pada seluruh dinding ruangan. “Sekali-kali kita mampir ke tempat gaulnya orang sini! Ini kafe hipster yang mengangkat nuansa pop-art. Pelayannya juga ramah banget karena orang yang kerja di sini masih muda dan makanannya enak,” ujar Mega. Kita juga bisa naik ke atap kafe untuk melihat pemandangan “medina” atau “kota” dari ketinggian.
Muralnya keren banget, ya? (foto: Mega Caesaria).
Muralnya keren banget, ya? (foto: Mega Caesaria).

Majorelle Garden (Taman Yves Saint Laurent)

Rumah tempat YSL menggali inspirasi (foto: Mega Caesaria).
Rumah tempat YSL menggali inspirasi (foto: Mega Caesaria).
Kalau kamu penggemar kosmetik dan fashion, pasti sering dengar nama Yves Saint Laurent (YSL). “Setelah makan di Cafe Clock, sore harinya kita ke Majorelle Garden. Masuknya memang agak mahal, sekitar €7. Katanya, Majorelle Garden ini dulunya adalah tempat sang desainer, YSL, mencari inspirasi untuk karya-karyanya,” cerita Mega.
Tersedia sekitar 5000 buku di perpustakaan ini (foto: Mega Caesaria).
Ada sekitar 5000 buku di sini (foto: Mega Caesaria).
Ada kafenya juga, lho (foto: Mega Caesaria).
Ada kafenya juga, lho (foto: Mega Caesaria).







Menurut Mega, bagian dalam botanical garden ini sangat kontras dengan kota Marrakech. “Bisa dibilang taman ini adalah oasenya Marrakech. Di luar taman, ‘kan ramai, hustle-bustle pasar, dan nuansanya merah. Pas masuk ke sini tiba-tiba nuansanya biru, tenang, dan rindang banget,” Mega bercerita dengan semangat. Kamu juga bisa menemukan kafe, perpustakaan, semua lukisan karya sang desainer, hingga toko oleh-oleh yang menjual kartu pos bergambar karya YSL.
Beberapa hasil karya sang desainer yang juga dijual dalam bentuk kartu pos (foto: Mega Caesaria).
Beberapa hasil karya sang desainer yang juga dijual dalam bentuk kartu pos (foto: Mega Caesaria).

Masjid Hassan II di Casablanca

Masjid Hassan II di Kota Casablanca ini merupakan masjid terbesar di Maroko, lho. Karena begitu megah, mungkin kalau lihat fotonya saja kita bisa keliru dan mengira bangunan bernuansa krem dan hijau itu adalah istana. Dengan menara yang tinggi menjulang dan pintu-pintu yang megah, mata kamu akan dimanjakan dengan ukiran khas Maroko yang sangat cantik. Untuk kamu yang suka berfoto, masjid ini bisa sekali menjadi latar belakang fotomu. Selain bisa menikmati bangunannya yang luar biasa, untuk yang beragama Islam juga bisa beribadah di sini.  
Megahnya masjid terbesar pertama di Maroko dan ke-13 di dunia (foto: Mega Caesaria).
Megahnya masjid terbesar pertama di Maroko dan ke-13 di dunia (foto: Mega Caesaria).
Sayangnya, Mega tidak sempat memotret bagian dalam masjid karena ia datang bukan saat waktu salat. Jadi, kalau kamu juga ingin ke masjid ini, usahakan datang ketika waktu salat, ya. Kalau eksteriornya saja megah dan cantik begini, bagaimana interiornya?
Foto: Mega Caesaria.
Foto: Mega Caesaria.

Medina Essaouira

Pelabuhan tempat syuting serial Game of Thrones (foto: Mega Caesaria).
Pelabuhan tempat syuting serial Game of Thrones (foto: Mega Caesaria).
Selain Marrakech, kota lain di Maroko yang memanjakan mata adalah Essaouira. “Medina” berarti kota yang memiliki karakteristik khusus seperti gang-gang sempit dan warna tembok yang seragam. Karena letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Essaouira, terdapat banyak tempat makan hidangan laut di sana. Tujuan utama Mega ke Essaouira sebenarnya untuk melihat pelabuhan tempat syuting serial Game of Thrones.
Penjual hidangan laut di Essaouira (foto: Mega Caesaria).
Penjual hidangan laut di Essaouira (foto: Mega Caesaria).
"Medina" atau kota Essaouira dari kejauhan (foto: Mega Caesaria).
“Medina” atau kota Essaouira dari kejauhan (foto: Mega Caesaria).
Tapi ternyata ia juga terpikat dengan suasana kotanya. “Essaouira bagus banget, kayak di Eropa. Di beberapa tembok ada tulisan kaligrafi arab dan street art. Orangnya juga ramah-ramah,” cerita Mega. Mega juga mencicipi salad dan jus jeruk yang, menurutnya, paling enak yang pernah ia coba selama di Maroko. Kamu juga akan dimanjakan dengan keindahan gedung-gedung bernuansa Eropa zaman dahulu dan cerahnya langit biru.  
Salah satu sudut kota yang bisa dijadikan latar belakang ketika berfoto (foto: Mega Caesaria).
Salah satu sudut kota yang bisa dijadikan latar belakang ketika berfoto (foto: Mega Caesaria).

Chefchaouen

Kabut pagi Chafchaouen dari ketinggian (foto: Mega Caesaria).
Kabut pagi Chefchaouen dari ketinggian (foto: Mega Caesaria).
Menghabiskan dua minggu di Maroko, Mega mengaku kalau Chefchaouen merupakan desa favoritnya selain Marrakech. Saat kebanyakan desa di Maroko bernuansa merah, Chefchaouen justru berwarna biru. Meski hanya menghabiskan satu malam, Mega menyempatkan diri mengeksplorasi desa yang tenang ini.
Hotel Atlas tempat Mega dan kawan-kawan menginap (foto: Mega Caesaria).
Pemandangan rooftop Hotel Atlas tempat Mega dan kawan-kawan menginap (foto: Mega Caesaria).
Salah satu gang tempat para penjual oleh-oleh memajang barang dagangan mereka (foto: Mega Caesaria).
Salah satu gang tempat para penjual memajang barang dagangan mereka (foto: Mega Caesaria).









Di Chefchaouen, Mega sengaja membuat pengecualian soal penginapan. Ia yang biasanya memilih hostel bernuansa lokal, kala itu sengaja menginap di Hotel Atlas. Hotel tersebut ia pilih karena terletak di atas bukit. Walaupun sebenarnya ada hotel-hotel kecil yang tersedia di tengah pemukiman warga, tapi pemandangan dari hotel yang terletak di ketinggian ini sangat sayang jika dilewatkan.
“Ini kota favorit selama ngetrip di Maroko karena bersih, sudah lumayan banyak turis tapi belum seramai Fez (kota terbesar ketiga Maroko-red).” ungkapnya. Desa ini sangat wajib dikunjungi, selain surga untuk berfoto, suasana yang ramah dan tenang akan membuat kamu lebih rileks sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Plus, kalau membeli oleh-oleh di Chefchaouen, harganya bisa jauh lebih terjangkau dibandingkan di kota turis lainnya. Penulis Mega Putri.
Kota yang sepi dan nyaman plus Instagram-able banget (foto: Mega Caesaria).
Kota yang sepi dan nyaman plus Instagram-able banget (foto: Mega Caesaria).


Note:Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, jamaah Umroh plus Maroko, wisata Maroko, Travelling, atau rombongan dosen yang membutuhkan guide/tour leader berbahasa Indonesia selama di Maroko, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 

·         Adress: Amrechich C M Nord Blog 70 NR 9 Marrakech, Maroko.
·         Email: sukmahadiadi@yahoo.com
·         Telepon: +212656865703
·         Whatsapp: +212634007045
·         PIN BB: 7F1AF9AF


Sekedar informasi, bahwa warga negara Indonesia mendapatkan free visa selama 3 bulan kunjungan di Maroko.